يا وبر يا وبر, إنما أنت أذنان وصدر وسائرك حفر نقر
“Hai
kelinci, hai kelinci
Sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada
Dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang”
Tahukah Anda gubahan siapakah puisi/sya’ir di atas ? Ia adalah gubahan
Musailamah Al-Kadzdzab si Nabi palsu. Ibnu Katsiir menyebutkan kisahnya :
ذكروا أن عمرو بن العاص وفد على مسيلمة الكذاب [لعنه الله] وذلك
بعد ما بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم وقبل أن يسلم عمرو، فقال له مسيلمة: ماذا
أنزل على صاحبكم في هذه المدة؟ قال لقد أنزل عليه سورة وجيزة بليغة. فقال: وما هي؟
فقال: " وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ " ففكر
مسيلمة هُنَيهة ثم قال: وقد أنزل علي مثلها. فقال له عمرو: وما هو؟ فقال: يا وَبْر
يا وَبْر، إنما أنت أذنان وصَدْر، وسائرك حفز نَقْز. ثم قال: كيف ترى يا عمرو؟ فقال
له عمرو: والله إنك لتعلم أني أعلم أنك تكذب
”Mereka menyebutkan bahwasannya ’Amr bin Al-’Aash radliyallaahu
’anhu pernah diutus menemui Musailamah Al-Kadzdzab. Hal itu berlangsung
setelah pengutusan (bi’tsah) Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa
sallam dan sebelum dia (’Amru bin Al-’Aash) masuk Islam. Musailamah
Al-Kadzdzab bertanya kepada ’Amru bin Al-’Aash : ’Apa yang telah diturunkan
kepada shahabatmu (yaitu Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam)
selama ini ?’. Dia menjawab : ’Telah diturunkan kepadanya satu surat ringkas namun
sangat padat’. Dia bertanya : ’Surat apa itu ?’. Dia (’Amr) menjawab : ”Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali
orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati supaya
mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi
kesabaran” (QS. Al-’Ashr : 1-3). Kemudian Musailamah berpikir sejenak. Setelah itu
ia berkata : ’Dan telah diturunkan pula hal yang serupa kepadaku’. Kemudian ’Amr
bertanya kepadanya : ’Apa itu ?’. Musailamah berkata : ’Hai kelinci, hai
kelinci; Sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada; Dan semua jenismu
suka membuat galian dan lubang’. Kemudian Musailamah bertanya : ’Bagaimana
menurut pendapatmu wahai ’Amru ?’. ’Amru berkata kepadanya : ’Demi Allah,
sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta’ [Tafsiir Ibni Katsiir,
8/479].
Hikmah yang bisa kita ambil bahwa Al-Qur’an adalah sebuah mu’jizat yang
tidak mungkin bisa disamai oleh seorang pun makhluk di bumi dan langit. Tidak
mungkin bisa menyamai keunggulannya dari segi bahasa dan makna. Jikalau ada
orang yang berupaya membuat-buat Al-Qur’an atau mengaku telah menerima wahyu
dari Allah, maka dapat dipastikan kedustaannya, seperti Musailamah ini. Contoh
puisi pendeknya yang lain sebagai berikut :
الفيل وما أدراك ما الفيل؟ له زُلقُومٌ طويل
”Gajah; tahukah engkau apa itu gajah ?; Ia mempunyai belalai
panjang....” [idem, 4/255].
Mungkin ia sedang membuat ayat yang mirip Al-Fiil......
[abul-jauzaa’ – 18-09-2010].
0 comments:
Post a Comment